Sistem digital umumnya terdiri perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software), yang mana kedua perangkat tersebut bekerja bersama-sama memproses data untuk menghasilkan informasi. Konsep Jaringan komputer adalah terjadinya komunikasi antara beberapa komputer sehingga terjadi pertukaran informasi. Protokol komunikasi dibutuhkan untuk memproses sistem pertukaran data pada jaringan komputer.
Protocol adalah sekumpulan aturan-aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan komunikasi dan perpindahan data dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Bagaimana memahami Protocol Jaringan.Bicara tentang komunikasi data sebenarnya kita sering melihat proses komunikasi antara perangkat tambahan komputer seperti Flashdisk yang mengirim atau menerima data dari komputer, Scanner yang mengirim data berupa gambar ke komputer dll. Nah, itu semua karena semua perangkat-perangkat tersebut juga ada aturan-aturan yang menyebabkan perangkat tersebut bisa bekerja sebagaimana fungsinya. Meski tidak sesedarhana dengan hal tersebut namun dengan pendekatan di atas mungkin kita akan sedikit memahami peran protokol dalam perancangan jaringan komputer
Bagaimana alur pemrosesan data jaringan komputer
Data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer yang lain tidak sesederhana seperti kita memberikan sebuah benda kepada orang lain. Akan tetapi ada prosedur-prosedur dan tahap-tahap yang harus dipenuhi oleh sistem jaringan jaringan komputer.
Banyaknya vendor atau perusahaan yang memproduksi perangkat jaringan maka dibutuhkan sebuah standar yang sama dalam mengatur alur pemrosesan data. untuk mengatasi hal tersebut International Standar Organization (ISO) membuat standar yang dikenal dengan Istilah Open System Interconection (OSI).
Model OSI menjelaskan bagaimana data dikirim atau diterima dari komputer satu ke komputer yang lain.
Apa itu model Osi?
Model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model)
Manfaat model OSI :Bagaimana alur pemrosesan data jaringan komputer
Data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer yang lain tidak sesederhana seperti kita memberikan sebuah benda kepada orang lain. Akan tetapi ada prosedur-prosedur dan tahap-tahap yang harus dipenuhi oleh sistem jaringan jaringan komputer.
Banyaknya vendor atau perusahaan yang memproduksi perangkat jaringan maka dibutuhkan sebuah standar yang sama dalam mengatur alur pemrosesan data. untuk mengatasi hal tersebut International Standar Organization (ISO) membuat standar yang dikenal dengan Istilah Open System Interconection (OSI).
Model OSI menjelaskan bagaimana data dikirim atau diterima dari komputer satu ke komputer yang lain.
Apa itu model Osi?
Model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model)
– Membuat peralatan vendor yang berbeda
dapat saling bekerjasama
– Membuat stadarisasi yang didapat dipakai
vendor untuk mengurangi kerumitan
perancangan
– Standarisasi interfaces
– Modular enginneering
– Kerjasama dan komunikasi teknologi yang
berbeda
– Memudahkan pelatihan network
Definisi masing-masing Layer pada model OSI
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.
2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio

0 comments:
Post a Comment